EKONOMI

Ads

Hut Bhayangkara ke 77 Menuju POLRI PRESISI Untuk Negri

Hut Bhayangkara ke 77 Menuju POLRI PRESISI Untuk Negri

Polri

Technology

DAERAH

Hukum

Senin, 13 April 2026

Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat di Balik Kecelakaan Cimalaka

PelitaNusantara  -  Senin siang, 13 April 2026 sekitar pukul 12.30 WIB, suasana di Jalan Raya Cimalaka mendadak berubah saat terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan mobil pick-up.

Di tengah situasi tersebut, Kasat Samapta Polres Sumedang, AKP Asep Kusmana, hadir dengan sigap. Bukan hanya menjalankan tugas, beliau menunjukkan kepedulian dengan langsung membantu korban, memastikan kondisi mereka, dan mengawal proses evakuasi hingga mendapatkan penanganan medis.

Seorang penumpang sepeda motor mengalami luka pada lutut kanan dan segera dibawa ke RSUD Sumedang. Sementara pengendara lainnya dalam keadaan selamat.

Kehadiran AKP Asep Kusmana menjadi cerminan nyata bahwa Polri untuk masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata di lapangan—hadir, membantu, dan melindungi.

Mari bersama kita jaga keselamatan di jalan, karena setiap nyawa begitu berharga.

#PolriUntukMasyarakat #PolisiHadir #LakaLantas #Cimalaka #UtamakanKeselamatan
H. Deden S 

Sukses Tanam Ribuan Hektare Jagung, Skema “Keroyok Bareng” Polda Jabar Layak Jadi Percontohan

PelitaNusantara - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung secara masif. Hingga 9 April 2026, luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 9.147,02 hektare dari total potensi lahan sekitar 21.008 hektare. 

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa. Program ini juga akan terus diperluas mengingat masih besarnya potensi lahan yang tersedia. 

Dari sisi hasil, program tersebut menunjukkan capaian positif. Sebanyak 3.700,13 ton jagung telah diserap oleh Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah. Sementara itu, sebagian besar hasil panen terserap industri pakan ternak dengan jumlah mencapai 75.066 ton. 

Menurut Fadly, kolaborasi dengan industri pakan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. Dengan adanya kepastian pasar, petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap, sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga. 

Keberhasilan program ini tidak lepas dari penerapan skema “Keroyok Bareng Rame-Rame”, yakni pendekatan kolaboratif yang melibatkan jajaran kepolisian, pemerintah, serta masyarakat. Program turunan seperti “1 Desa 1 Hektare” mendorong pemanfaatan lahan kosong secara optimal. 

Selain itu, lahan yang digunakan berasal dari sistem pinjam manfaat terhadap lahan kurang produktif milik Perhutani dan PTPN, sehingga dapat dimanfaatkan secara legal dan terstruktur untuk kegiatan pertanian. 

Dengan capaian tersebut, program ketahanan pangan Polda Jabar dinilai berhasil dan berpotensi menjadi model percontohan di tingkat nasional dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kolaborasi lintas sektor.
H. Deden S 

Skema Pembiayaan KUR, Primkoppol, dan CSR Polda Jabar Jadi Acuan Program Ketahanan Nasional

PelitaNusantara - Bandung – Polda Jawa Barat menghadirkan terobosan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui skema pembiayaan terpadu yang melibatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Primer Koperasi Polri (Primkoppol), serta Corporate Social Responsibility (CSR). Skema ini dinilai efektif dan kini mulai dijadikan acuan dalam penguatan program ketahanan nasional.

Keberhasilan program tersebut tidak lepas dari pendekatan kolaboratif yang menggabungkan berbagai sumber pendanaan guna memastikan petani tidak mengalami kendala modal. Melalui skema ini, pembiayaan disusun secara terstruktur sehingga petani dapat fokus pada proses budidaya tanpa terbebani biaya awal. 

Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menjelaskan bahwa kombinasi KUR, Primkoppol, dan CSR menjadi solusi konkret dalam mendukung sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Dengan adanya KUR, petani mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan, sementara Primkoppol memberikan pendampingan sekaligus bantuan modal dengan skema ringan. Di sisi lain, dukungan CSR dari perusahaan mitra turut memperkuat permodalan masyarakat. 

Program ini juga didukung dengan konsep gerakan massal bertajuk “Keroyok Bareng Rame-Rame” melalui program turunan “1 Desa 1 Hektare”. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak memanfaatkan lahan kosong, termasuk lahan milik Perhutani dan PTPN, melalui skema pinjam pakai yang legal dan terstruktur. 

Selain pembiayaan, Polda Jabar juga memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Sebagian hasil produksi disalurkan ke Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah, sementara sebagian besar lainnya diserap oleh industri pakan ternak. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin kesejahteraan petani. 

Tingginya antusiasme petani terlihat dari banyaknya yang berhasil mengakses pembiayaan. Ratusan petani telah mendapatkan pencairan dana KUR, sementara lainnya memperoleh bantuan melalui skema Primkoppol maupun jalur pembiayaan lainnya. 

Dengan sinergi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, pemerintah, perbankan, BUMN, dan swasta, Polda Jabar optimistis program ini dapat mendorong percepatan swasembada pangan nasional. Model pembiayaan ini pun dinilai layak untuk direplikasi di berbagai daerah sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.
H. Deden S 

“Keroyok Bareng Rame-Rame”, Strategi Polda Jabar Tanam Ribuan Hektare Jagung untuk Swasembada Pangan

PelitaNusantara - Bandung – Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung secara masif. Hingga 9 April 2026, jajaran kepolisian di wilayah tersebut telah berhasil menanam jagung di lahan seluas 9.147,02 hektare dari total potensi lahan sekitar 21.008 hektare. 

Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata yang melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa. Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah dinamika global. 

Dari hasil panen yang telah berjalan, Polda Jabar mencatat sebanyak 3.700,13 ton jagung telah diserap oleh Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah. Sementara itu, sebagian besar hasil panen lainnya, mencapai 75.066 ton, diserap oleh industri pakan ternak guna menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. 

Keberhasilan program ini didukung oleh skema unik bertajuk “Keroyok Bareng Rame-Rame”, yakni gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan lahan kosong melalui program turunan “1 Desa 1 Hektar”. Lahan yang digunakan berasal dari sistem pinjam pakai lahan tidak produktif milik Perhutani dan PTPN secara legal dan terstruktur. 

Dalam hal pembiayaan, Polda Jabar mengandalkan tiga pilar utama, yaitu Koperasi Polri (Primkoppol), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Skema ini dinilai efektif karena mampu mengatasi kendala permodalan petani sejak awal. 

Tercatat, dari 498 petani yang diajukan untuk mendapatkan KUR, sebanyak 406 petani telah menerima pencairan dana. Selain itu, puluhan petani lainnya memperoleh dukungan pembiayaan melalui Primkoppol dan skema non-Himbara, menunjukkan tingginya kepercayaan perbankan terhadap program ini. 

Polda Jabar berharap, melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, BUMN, perbankan, dan masyarakat, program ini dapat menjadi model nasional dalam percepatan swasembada pangan, khususnya komoditas jagung di Indonesia.
H. Deden S 

Polda Jabar Genjot Program Ketahanan Pangan, Ribuan Hektare Jagung Ditanam

PelitaNusantara - Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hingga April 2026, institusi kepolisian tersebut telah merealisasikan penanaman jagung seluas 9.147,02 hektare.

Program ini merupakan bagian dari optimalisasi potensi lahan yang tersedia, yang secara keseluruhan mencapai 21.008 hektare di wilayah hukum Polda Jabar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Fadly Samad menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebut, seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa dilibatkan dalam pelaksanaannya.

“Ini adalah gerakan massal. Hingga 9 April 2026, kami sudah menanam di atas 9 ribu hektare dan akan terus diperluas karena potensi lahan masih sangat besar,” ujarnya.

Selain penanaman, Polda Jabar juga mencatat hasil panen jagung yang telah diserap ke gudang Bulog mencapai 3.700,13 ton. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masa panen yang berlangsung di berbagai daerah.

Melalui program ini, Polda Jabar berharap dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
H. Deden S 

Jadi Acuan Nasional, Pembiayaan Ketahanan Pangan Polda Jabar Libatkan Tiga Pilar



PelitaNusantara - Bandung — Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai inovasi, termasuk skema pembiayaan yang melibatkan tiga pilar utama. Hingga 9 April 2026, program ini telah berhasil merealisasikan penanaman jagung seluas 9.147,02 hektare dari total potensi lahan sekitar 21.008 hektare.

Kepala Bidang SDM Polda Jabar, Fadly Samad, menegaskan bahwa program ini merupakan aksi nyata yang melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa. Menurutnya, upaya ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan gerakan masif untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah dinamika global.

“Ini adalah gerakan bersama. Kami terus memperluas area tanam karena potensi lahan masih sangat besar,” ujarnya.

Dari hasil penanaman tersebut, Polda Jabar mencatat serapan jagung ke gudang Bulog mencapai 3.700,13 ton. Selain itu, sebagian besar hasil panen juga terserap oleh industri pakan ternak dengan jumlah mencapai 75.066 ton, yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Untuk mendukung keberhasilan program, Polda Jabar menerapkan skema “Keroyok Bareng Rame-Rame” melalui program “1 Desa 1 Hektar”. Program ini mendorong pemanfaatan lahan produktif di desa dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dalam aspek pembiayaan, Polda Jabar mengandalkan tiga sumber utama, yakni Primkoppol, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Kombinasi ini dinilai efektif dalam mengatasi kendala permodalan bagi petani.

“Petani tidak perlu terbebani biaya awal. Kami siapkan skema lengkap mulai dari KUR, koperasi, hingga dukungan CSR,” jelas Fadly.

Selain itu, pemanfaatan lahan dilakukan melalui skema pinjam pakai dari Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara. Lahan-lahan tidak produktif milik BUMN tersebut dimanfaatkan secara legal untuk ditanami jagung.

Tingginya antusiasme petani juga terlihat dari penyaluran KUR. Dari 498 petani yang diajukan, sebanyak 406 petani telah menerima pembiayaan. Selain itu, 82 petani mendapatkan dukungan dari Primkoppol, dan 9 petani lainnya dari skema non-Himbara.

Polda Jabar berharap model kolaborasi ini dapat menjadi acuan nasional dalam mempercepat terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, BUMN, perbankan, dan masyarakat diyakini mampu mendorong tercapainya swasembada jagung nasional.
H. Deden S 

Sinergi Tiga Pilar Pembiayaan Dorong Ketahanan Pangan Polda Jabar

PelitaNusantara - Bandung – Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional hingga pertengahan tahun 2026. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui penanaman jagung secara masif di berbagai wilayah.

Hingga 9 April 2026, luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 9.147,02 hektar dari total potensi lahan sekitar 21.008 hektar. Program ini melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa sebagai bagian dari gerakan bersama yang berkelanjutan.

Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia menyebutkan bahwa perluasan lahan tanam akan terus dilakukan guna memaksimalkan potensi yang ada.

Dari sisi hasil, panen jagung mulai menunjukkan capaian positif. Sebanyak 3.700,13 ton jagung telah diserap ke gudang Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah. Selain itu, sebagian besar hasil panen juga terserap oleh industri pakan ternak, dengan jumlah mencapai 75.066 ton.

Menurut Fadly, kerja sama dengan pabrik pakan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. Hal ini memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk mempercepat program ini, Polda Jabar menerapkan skema “Keroyok Bareng Rame-Rame” melalui program “1 Desa 1 Hektar”. Program ini mengajak masyarakat desa untuk memanfaatkan lahan kosong secara produktif.

Dalam hal pembiayaan, Polda Jabar mengandalkan sinergi tiga pilar utama, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Primkoppol (koperasi Polri), dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Skema ini dinilai efektif dalam mengatasi kendala permodalan petani.

Selain itu, pemanfaatan lahan dilakukan melalui skema pinjam pakai dari Perhutani dan PTPN, sehingga lahan tidak produktif milik BUMN dapat dimanfaatkan secara legal untuk pertanian.

Tingginya minat petani terhadap program ini terlihat dari penyaluran KUR. Dari 498 petani yang didaftarkan, sebanyak 406 petani telah menerima pembiayaan. Selain itu, 82 petani memperoleh dukungan melalui Primkoppol, dan 9 petani melalui skema non-Himbara.

Polda Jabar berharap program ini dapat menjadi percontohan nasional dalam mempercepat ketahanan pangan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, BUMN, perbankan, dan masyarakat, target swasembada jagung nasional diyakini semakin mudah tercapai.
H. Deden S  

Photos

International

Intertainment

Sport

Election

© Copyright 2019 PelitaNusantara | All Right Reserved